10.22.2017

BREAKFAST VACATION

Waktu akarnya masih terlalu kuat, hingga belum bisa dibabat
Kumpulkan saja dulu tenaga
Minum vitamin kalau perlu
Tapi jangan minum obat kuat,
Efeknya cuma sesaat, nanti malah jadi ketergantungan
Padahal perjuangan dengan si akar
Mungkin tak terhitung hari - harinya


Last Friday, I drank my vitamin. I understand that what makes life can be so boring simply because I let it flows monotonously. Kalau cuma berharap sama liburan biar hari - hari terasa lebih adventurous kok berasa konyol (dan mahal) aja. So I decided to do something simple but different last Friday.

On weekdays, I usually have breakfast at my working desk in front of my laptop. Sometimes, I have it in the canteen or restaurant but still not far from the office. So, in the spirit of "doing a simple thing but I've never done it before", I decided to have breakfast in a place that I normally visit in weekend or holiday only. My office is at Sudirman and I also live nearby, but last Friday, I decided to have breakfast at Glodok, visiting one of my favourite place, Kopi es Tak Kie. I threw this idea to my bf. I thought he would give me that kind of "are you okay?" alias "situ sehat?" face :D Surprisingly, he said "let's do it". Btw, he lives in Bekasi, going to office at Thamrin and saying ok to have breakfast at Glodok. He's definitely crazier than me.



So, that morning I woke up earlier. Charge my mirrorless and get ready. By 6'ish am, I already arrived at the office :D I send email, check some works for a while and ready to go for my breakfast vacation. 

My lucky day, the traffic was good that day. By 7.20, we already arrived at Tak Kie. It was crowded but not like the weekends.  I ordered my super duper favourite chicken noodle (which was a little bit over cooked that day. Hehhee) and the ice coffee. I had breakfast not at my working table nor in front of the laptop. It felt nice, indeed :)

I left at 8. Already arrived at my desk around 9. Some of my colleagues event had not arrived yet at their desks (in my office, working hour start around 9). The work was not easy that day. A few things effect me emotionally. This job is really tough. The normal me maybe already feel upset or give a grumpy face to all people. But I manage to laugh (quite a lot) that day. Even it's combined with uneasy feeling that I shared with my close ones, but the days much more bearable than I think it can be. Maybe a good breakfast vacation I had that morning do something with my thought and feeling :) :) 


We create our own vitamin, to give us strength to kill the uneasy feeling. Even though the root might be still there, chills babe.. good things take time :) :)


7.15.2017

Hello Nepal! - part 1

Disclaimer. I have no intention to share bad things about certain airline. I just wrote this based on my experience.
Thamel Kathmandu
Due to last minute preparation, I don't have much time to google the 'most suitable' airline for my trip to Nepal. Hence, I just went to the cheapest one; Malindo Air. I got approximately IDR 4mio for return ticket. I thought it was a good bargain until what happened to me a few days ago changed my mind completely.

Jadi saya berangkat dari Jakarta hari Rabu pukul 13.10 (seharusnya). A few hours before the departure time, I got email informing that the flight rescheduled to 14.10. Ok, 1 hour delay is (a little bit acceptable) for a "cheap" ticket. But unfortunately, the delay keep going. No clear explanation from the ground officer and they just told the passengers to wait. What a nice thing to do, right? -__- Yang paling parah petugasnya malah bilang; "Next time jangan pilih Malindo, mba. Suka delay." Lah.. piye toh.. And after being delayed for 3hours (yes 3 hours), we finally boarded. Thanks, Malindo :(

I should be transit for 2 hours in KL and continued with flight to Kathmandu, Nepal. But since I was 3 hours late already, I actually have no idea what will happen next. But it was the airline's mistake, right? The next flight should be waiting for me. Yes right, the flight was waiting tapi besokannya -__-

The boarding gate should be H10 but when I arrived, nobody's there. There were 2 girls from Indonesia who also went to Kathmandu told me that the officer told them to go to immigration counter. Finally, we found out that no flight to Kathmandu. WHAT??!!

Immigration counter penuh sama orang yang protes. Ternyata bukan hanya dari penerbangan Jakarta menuju Kathmandu saja.  Dapat info dari penumpang yang sudah lebih dahulu ngantri kalau sebagian dari penumpang yang protes itu sudah ada yang menunggu sampai 2 hari tapi belum bisa berangkat ke tujuannya. Eh gimana???

Setelah pasang kuping sana sini akhirnya sampai juga giliran "ngobrol" sama petugas counter. Petugas malang yang cuma bisa terima omelan dari orang - orang itu akhirnya ngomel balik ke petugas airline lewat telfon. Intinya sih karena dari airline instruksinya ga jelas nih buat penumpang  yang lagi transit menuju Kathmandu. Akhirnya kita disuruh keluar imigrasi dulu alias disuruh nganti (LAGI) di counter complaintnya Malindo Air. Yang lagi transit buat ke Kathmandu dikumpulin disana dulu ceunah. Baiklah..mungkin sebentar lagi akan ada kejelasan. Well, eventually it's still a long way to go. Buat keluar imigrasi ternyata antriannya oh Jesus... Mulai laper, lelah, ngantuk dan ga ada kejelasan nasib. Sementara saya sudah terlanjur infoin jam kedatangan di Kathmandu ke yang jemput saya di airport sesuai jadwal awal. Mau infoin ke yang jemput kalau delay tapi ga tau delaynya ke jam berapa. Sementara batere hp sudah mulai sekarat. Deuh!!

In the middle of ngantri di imigrasi, tiba2 kita (saya dan 2 temen dari Indonesia yang baru kenalan) dapat pencerahan. Sesuai instruksi ga jelas dari petugas, akhirnya kita malah masuk ke kantor imigrasi. Isinya sih orang - orang yang harus transit lama dan perlu keluar imigrasi tapi butuh visa buat masuk Malaysia. Ada sekumpulan bule yang sebenarnya ga butuh visa tapi masuk ke ruangan ini juga. Sayangnya mereka minta ke petugasnya dengan nada yang ga sopan seperti memerintah. Akhirnya malah dibentak ama petugasnya. Kita pun akhirnya pasang tampang lugu dan memelas ke petugas. Ga banyak ngomong. Cuma bilang butuh keluar segera aja untuk mengetahui kejelasan nasib kita. Akhirnya paspor kita distamp! Ga perlu ikutan antrian yang panjang kita langsung melenggang geal geol ngelewatin petugas imigrasi. Yeayyyy!!!

Perjuangan belum berakhir. Setelah ngantri di bagian complaint handling nasib kita masih belum jelas. Petugas airline bilang ya udah makan dulu aja sambil ngasi voucher makan yang nilainya cuma bisa buat beli sandwich doang tanpa minum. Setelah ngasih voucher makan petugas ngasih kita voucher hotel. Well, actually the most important thing adalah gimana nasib penerbangan kita ke Kathmandu. Kata officernya besok datang lagi aja. Ikut penerbangan pagi. Tapi menurut kita ga ada jaminan kita bakalan kebagian penerbangan yang besok. Akhirnya kita kekeuh minta boarding pass buat penerbangan besok pagi. Buat ngamanin spot dipesawat. Selain itu kita juga kekeuh minta bagasi kita dikeluarin. Jaga - jaga aja kalau ternyata besok masih delay juga jadinya kita mau minta refund aja terus ganti penerbangan lain. Walau sebenarnya ga tau juga kalau mau ganti penerbangan masih ada apa engga kalau mepet begini book-nya. Akhirnya setelah ngotot sana sini kita dianterin buat masuk lagi ngambil bagasi kita tanpa harus ngelewatin pemeriksaan imigrasi. Hehehhe.. Once in a lifetime experience :) Kita ditemenin sama salah petugas maskapai yang ternyata Lambe Turah. Dia akhirnya cerita kenapa pesawatnya sampai delay bahkan delaynya sudah dari hari kemarin. Si petugas Lambe Turah cerita sambil cekikan sambil wanti - wanti kalau yang dia ceritain itu rahasia. Kita yang memang udah ga bisa dan ga niat marah (yah marah juga ga ngubah keadaan sik jadi ngapain ribet - ribet) akhirnya ikut nyengir - nyengir aja. Sayangnya nunggu tasnya dikeluarin luamaaaa banget. Lebih parahnya petugasnya bilang kalau bagasi kita dikeluarin maka kita ga bisa dapat boarding pass sekarang. Karena besok harus lewat prosedur check-in lagi buat masukin bagasi kita. Lah piyeee?? Karena udah ga kuat capeknya akhirnya kita nyerah. Kita balik ngantri lagi di area complaint handling minta di print boarding pass buat besok sambil berdoa semoga besok bener pesawatnya jalan. Udah kaya bus aja sik..

Akhirnya boarding pass ditangan. Kita pun ikut mobil jemputan buat ke hotel. Well, dengan asumsi bahwa hanya hotel lumayan doang yang punya mobil jemputan khusus buat customernya, kita sih ngarep hotelnya yang nyaman aman tenteram. Dan hotelnya memang okeh sih. Cuma sayangnya wifinya agak menyedihkan sih. Harus berdiri dekat pintu. Ya kalee nongkrong lama - lama deket pintu. Tapi lumayan lah setidaknya bisa ngabarin yang jemput di Kathmandu kalau peswatnya jadinya delay besok pagi. Akhirnya bisa mandi juga. Tapi semua perlengkapan ada di koper yang masuk bagasi. Jadi yah mandi sambil pura - pura lupa kalau bajunya masih bekas yang keringetan dari jakarta.



Well it's morning finally. Nyampe airport ternyata nasib belum jelas juga. Masih simpang siur kita bisa terbang apa tidak. Setelah ngantri lagi di area complaint handling kita dikasi kabar kalau kita bisa terbang tapi delay 1 jam dari jadwal seharusnya. Yah delay 1 jam mendadak ga berarti dibandingkan delay belasan jam yang sudah kita lalui. Tsaaahhh...

Tapi ga boleh suudzon memang. In the end delay-nya ternyata lebih lama lagi. Udah di dalam pesawat aja nunggu juga ga terbang - terbang -__- Akhirnya telat sekitar 3 jam juga dari jadwal awal. Well, at least I arrived in Nepal finally! Untung yang nunggu sabar walaupun saya yakin dia sudah berjamur dan sedikit berlumut. Mau naik Malindo lagi? Well, kayanya engga sih. Walaupun buat balik ya naik Malindo lagi karena memang udah terlanjur beli tiket pp. Dan waktu saya lagi nulis ini ada email masuk dari Malindo kalau penerbangan saya balik ke Jakarta diundur 45 menit. Berasa dejavu. Duhh.. knock the wood! Sisi positifnya saya bisa claim asuransi buat delay penerbangan yang belasan jam ini. Lumayan lah ada penghasilan tambahan buat nombokin ongkos pesawat ke Nepal.