4.07.2014

A Fairytale Village Named GIETHOORN


Jadi ceritanya saya punya teman yang salah satu hobinya adalah nonton acara ** the ***t di salah satu tv lokal. Mengingat umurnya yang sudah enggak muda plus banyaknya pilihan acara yang lain, hobi teman yang satu ini akhirnya suka jadi bahan ledekan di kantor. Acara tv yang namanya kalau disingkat “OTS” ini sebenarnya isinya cuma kumpulan video youtube. Setiap episode terdiri dari beberapa video yang temanya sama terus dibikin urutannya mulai yang dianggap lumayan sampai yang paling lumayan. Hehhehe. Dari OTS ini teman saya jadi tau Giethoorn. Kalau ga salah waktu itu lagi episode “desa dengan udara paling bersih sedunia”. Si teman ini pun akhirnya ngajakin saya buat ke Giethoorn tapi enggak bilang – bilang kalau dia tau tentang desa ini dari acara OTS :D :D

Berhubung jiwa skeptisnya lagi ga kumat jadinya saya engga tanya- tanya teman saya tahu desa ini dari mana. Saya cuma google tentang Giethoorn dan langsung tertarik buat berkunjung. Salah satu artikel yang saya baca nyebutin kalau Giethoorn is a place that you should visit before you die. Aheyyy :) :) Foto – foto dan video yang ada di internet juga bikin tambah pingin buat buat berkunjung. Jadi saya setuju buat berangkat ke Giethoorn naik kereta paling pagi terus eggak pakai nginep disananya.

Buat nyampai ke Giethoorn pertama perlu naik kereta dulu ke Steenwijk, kota kecil yang suasananya sepiii dan tenaaang bangeeett. Kalau lagi patah hati lebih baik jangan main ke kota ini. Dijamin malah makin depresi. Kita berangkat dari Delft dan butuh waktu sekitar 2,5 jam buat nyampai ke Steenwijk. Dari Steenwijk tinggal naik bus yang no 70 ke Giethoorn. Naik busnya cuma bentar doang. Ga sampai 15 menit. Kalau dari pengalaman kemarin sih sopirnya ga kalah sama sopir – sopir bus di Jakarta. Ngebut – ngebut ga jelas gitu nyetirnya.



Waktu baru menginjakkan kaki di Giethoorn rasanya sih desanya enggak istimewa – istimewa amat. Sama kaya tempat – tempat lain di Belanda. Saya juga kecewa waktu lihat ada mobil yang terparkir di halaman rumah penduduknya. Kalau dari artikel yang saya baca di internet, di desa ini engga boleh ada mobil atau motor. Jadi sarana transportasi penduduknya adalah sepeda atau perahu. Makanya Giethoorn juga sering disebut Venice of the North. Lima menit pertama kecewa ceritanya.

Untung aja kecewanya enggak lama – lama. Makin masuk ke dalam desanya  baru deh mulai kelihatan wujud Giethoorn yang sebenarnya. Rumah – rumah model lama masih dengan cerobong asap, halaman yang luas dengan bunga warna – warni, plus kanal – kanal kecil yang membelah desanya. Bagi saya Giethoorn engga berasa kaya desa beneran. Jadi lebih kaya desa settingan buat syuting film. But in a god way! :) A fairytale village!! Really!!





Giethoorn itu desanya kecil. Bisa sewa perahu atau sepeda buat ngelilinginnya atau sekedar jalan kaki juga bisa banget. Cuma butuh beberapa jam saja buat ngelilingin desanya dengan berjalan kaki. Asal hati – hati aja karena terkadang susah bedain antara jalak setapak untuk umum dengan pekarangan pribadi penduduknya. Beberapa kali kita “nyasar” sampai ke pekarangan rumah penduduk. Baru nyadar setelah jalannya buntu sampai kedepan pintu atau ketemu ama jemuran :)

Kalau berkunjung ke Giethoorn tapi ga niat nginep, mending datang pagi – pagi banget. Selain masih enak buat dijalananin karena mataharinya belum terik, makin siang Giethoorn makin rame. Mulai deh jadi berisik. Tambahan tips buat yang mau hemat, mending bawa bekel makanan sendiri trus datang pagi – pagi. Setelah muter – muter bisa ngaso duduk dikursi pinggir kanal sambil makan bekel yang dibawa. Kalau pagi masih sejuk dan tenang suasananya. Dijamin selama di Giethoorn susah buat manyun atau bete. Bawaanya pingin senyum terus karena desanya berasa “ramah”. Ini beneran loh silahkan dibuktikan sendiri :)





Makin siang matahari makin terik dan Giethoorn makin rame. Saatnya buat cabut. Belakangan teman saya cerita kalau dia tahu Giethoorn karena nonton OTS :D Ternyata hobi nonton OTS itu ada manfaatnya buat referensi tempat jalan – jalan :D Kalau dari artikel yang saya baca di internet, Giethoorn juga salah satu tempat favorit buat liburan selama musim dingin. Kanal – kanalnya membeku jadi bisa dijadikan arena buat main ice skeating. Tapi kayanya pas musim semi juga bagus sih, makin banyak bunga warna – warni. Eh, musim gugur juga bagus ding. Pasti suasananya jadi kaya foto – foto di kartu pos gitu. Kesimpulannya, silahkan datang kapan aja. Enggak peduli musimnya, Giethoorn tetap cantik kapan saja :) :)

More photos of Giethoorn are uploaded on my photoblog.  Please obtain my permission first if you want to use the photos uploaded here and there. Appreciate copyright, please! :)  It needs more than effort to produce them. Thanks :)

3.29.2014

BE BRAVE


For whatever comes, be brave


 


Say what you wanna say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave
With what you want to say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave



A note to my self for days I'm gonna facing ahead...

3.18.2014

The Popular Page

I should admit that many times I feel kinda shame when I read the old posts in this blog. Some posts sound so childish and mushy. Yes, many time I thought I really need to delete all of those posts :D 

I use statcounter to be able knowing what page is accessed the most and how's the search engine works in order to navigate people to my page. And it really really surprise me that one post that I almost delete (i wrote it already a few years ago) has so many visitors. And it comes to no 1 (yes no 1) in google for certain keywords related to topics in that post. Off course the keyword can be vary. But many consider at the first page in google search. Wow!

I wrote it a few years ago when I was a little bit upset because many people in many times make a joke or saying bad thing about dark skin. Well, I should admit that many times I really wanna delete that post. I laugh every time I read it because that post really like a teenage diary thing :D And I always think, OMG how could I write it? I even not a teenage anymore that time :D But everytime I check my statcounter and knowing so many people type keywords related to that post and finally landed in my page, I think it's not a good idea to delete it. Maybe it can open their mind that your skin colour is the last thing you should worry about.

I kinda sad knowing the keywords type by many people and finally come to that page. It just showing that for many people dark skin is ugly. Well, I can't tell more, but for me there are so many things in this life that deserve our energy much much more than worrying or feeling sad about the skin colour. Really, it's the last thing that you should worry about or EVEN something that you really really don't need to worry about. Really!! :) :)

1.30.2014

MUSEE HERGE - SURGANYA PENGGEMAR TINTIN

Tintin! Buat yang lahir tahun 80an pasti kenal banget sama tokoh komik ini. Tapi buat yang enggak tahu (anak - anak 90an dan anak 80an tapi yang kuper ;p) ini saya copy-in dikit penjelasan dari wiki tentang Tintin:

"The Adventures of Tintin is a series of comic albums created by Belgian cartoonist Georges Remi, who wrote under the pen name Hergé. The series was one of the most popular European comics of the 20th century, and it remains popular today"

Saya sudah jadi fans-nya Tintin dari jaman SMP sampai kuliah. Well, sebenarnya masih sampai sekarang. Tapi sekarang udah ga rajin baca komik atau beli dvdnya kaya jaman masih sekolah dulu. Beruntung akhirnya BERTAHUN - TAHUN kemudian saya bisa main ke negaranya Tintin dan berkunjung ke museumnya.

Namanya Musee Herge. Museum ini didirikan buat mengenang karya - karya Georges Remi (lebih dikenal sebagai "Herge") si penulis serial Tintin. Letaknya bukan di Brussel ibukota Belgia. Jadi jangan harap bisa bisa jalan kaki atau ngesot dari tempat manekin piss ke museum ini. Musee Herge letaknya di Louvain La Neuve. Kota kecil sekitar 1 jam perjalanan naik kereta kalau dari Brussel. Sebenarnya ada shuttle bus juga dari Brussel ke Musee Herge. Informasinya bisa dilihat di website resmi Musee Herge http://www.museeherge.com

Saya sendiri waktu itu berangkatnya dari Charleroi. Maklum, abis naik budget airlines yang memang airportnya di Charleroi bukan di airport utama. Louvain La Nauve sendiri kotanya kecil dan tenang banget. Belum lagi saya datangnya kepagian. Kotanya jadi berasa makin sepi karena belum ada aktivitas apa -apa.

Museumnya baru buka jam 10.30 pagi. Tapi berhubung udah nyampai di museumnya dan pintunya ada yang kebuka ya udah saya bareng teman cuek aja masuk kedalam. Dan seperti yang sudah diduga, tak lama kemudian kita digiring petugasnya buat keluar karena memang museum belum buka :D :D

Good thing about coming early, akhirnya kita bisa keliling - keliling diluar museum dulu dan kemudian menemukan spot ini yang dijadikan foto utama di website resminya. 

Jam 10.30 teng akhirnya kita dibolehin masuk ke museumnya. Barengan ama segerombolan anak TK yang lagi ngadain kunjungan museum. Hehheh. Waktu beli tiket petugasnya nanya kita dari negara mana. Sepertinya belum terlalu banyak orang Indonesia yang main kesini. Iya sih. kebanyakan kalau ke Belgia pasti milihnya main di sekitaran Brussel atau ke Antwerp. 

Kamera dilarang di didalam museum tapi buat sekitaran lobi masih diperbolehkan. Terus kita dikasih audio guide pake ipod. Engga kaya pas di Colosseum yang audio guidenya bikin emosi dan pegel leher sangkin beratnya.

Musee Herge tempat yang wajib dikunjungi buat fans Tintin. Di museum ini bisa dilihat karya - karya Herge dari awal dia mulai ngerjain Tintin serta karya - karya lainnya juga. Selain itu ada teater kecil yang memutar film dokumenter tentang perjalanan hidupnya. Semua karya yang dipajang disajikan dengan menarik enggak sekedar dipajang doang. Makanya anak - anak TK aja bisa betah berkunjung lama - lama. Di dalam museum juga ada Tintin photo booth. Jadi kita bisa foto dengan background karakter - karakter di komik Tintin. Hasilnya bisa dikirim langsung ke email. Jadinya kaya foto dibawah ini. Hehehheh. Aga cupu sih hasilnya :D



Tadinya sih pingin nyoba berkali - kali dengan semua versi background tokoh Tintin yang ada. Sayangnya abis saya udah ada dua anak kecil yang ngantri :D :D

Dibagian akhir audio guide kita bakal dikasih kuis Tintin. Dari situ bisa ketahuan seberapa Tintin kah kita? :D Dan dibagian paling akhir museum ada tembok yang menampilkan gambar seluruh karakter yang pernah muncul dikomik Tintin. Wow!! Kebayang kan sebanyak apa? Saya aja cuma tau beberapa tokoh doang ;p

Habis dari museum jangan langsung balik. Ada toko museum yang menjual barang - barang Tintin. Saya paling naksir ama gym bag yang dijual. Tapi harganya muahal!! (buat ukuran saya). Jadi ujung - ujungnya cuma beli beli kaos dan map plastik. Tapi map plastik itu penting kok buat ngebantu biar semangat kerja. Iya kan??? *yeah right..* 

Habis ke museum dan belanja ngapain lagi? Kalau lagi laper bisa makan dulu di cafe-nya. Makanannya enak kok. Kantinnya juga lucu interiornya. Harganya? Lumayan sihh.. Tapi ke Musee Herge juga ga sering - sering kan? Sayang aja kalau ga nyobain cafe-nya :)

Selesai makan ya udah kita lanjut ke Brussel. Mendadak tujuan lain di Brussel jadi ga begitu penting. Udah puas ama museum Tintin! Eh, masih ada yang penting ding. Nyobain wafel yang di dekat manekin piss!! :) :)